Dalam sistem hidrolik, aliran balik fluida kerja jarang mengikuti jalur yang sama persis seperti saat diberi tekanan (seperti pada dongkrak hidrolik sederhana). Umumnya, fluida dipompa melalui satu saluran, menyelesaikan pekerjaannya, lalu mengalir kembali ke reservoir melalui saluran terpisah. selang hisap dan balikDi sinilah selang hidrolik balik berperan.

Selang balik biasanya terbuat dari bahan karet fleksibel, yang sering disebut sebagai selang balik oli hidrolik. Tidak seperti saluran bertekanan, selang balik tidak terpapar tekanan ekstrem, tetapi harus memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap oli dan kompatibilitas dengan berbagai jenis cairan hidrolik dan media berbasis oli. Karena alasan ini, selang balik umumnya tidak menggunakan tulangan kawat baja. Sebaliknya, selang ini menggunakan jalinan tekstil atau lapisan kain, terkadang dikombinasikan dengan kawat baja heliks untuk fleksibilitas dan integritas struktural tambahan.
Saat merancang atau merawat sistem hidrolik, pemilihan selang hisap dan selang balik yang tepat sangat penting untuk mencapai kinerja yang andal. Selang-selang ini memastikan perpindahan fluida yang efisien antar komponen sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi, kavitasi, dan kegagalan sistem. Dalam panduan ini, kita akan membahas apa itu selang hisap dan selang balik hidrolik, fungsinya, dan cara memilih opsi yang paling sesuai untuk sistem Anda.
Apa itu Selang Hisap Hidrolik?
Saluran hisap menghubungkan reservoir hidrolik ke pompa, memungkinkan fluida mengalir dengan lancar ke dalam pompa. Fungsi utamanya adalah memastikan pasokan oli hidrolik yang berkelanjutan pada tekanan rendah, mencegah gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan pompa.
Pertimbangan Utama untuk Selang Hisap
1. Material dan Konstruksi
Selang hisap biasanya terbuat dari karet bertulang atau bahan termoplastik yang dirancang untuk menahan kondisi vakum. Konstruksinya harus fleksibel dan tahan lama agar tidak mudah kempes saat pompa menyedot cairan.
2. Diameter Dalam (ID)
Diameter internal saluran hisap harus cukup besar untuk mencegah kavitasi dan meminimalkan penurunan tekanan. Selang yang terlalu kecil dapat menghambat aliran, yang mengakibatkan kekurangan pasokan pompa, kavitasi, dan kegagalan pompa prematur.
3. Kompatibilitas
Selalu pastikan bahan selang kompatibel dengan jenis fluida hidrolik yang digunakan. Ketidakcocokan dapat mengakibatkan pembengkakan, degradasi, penurunan kinerja, dan kontaminasi sistem.
4. Suhu dan Tekanan Operasional
Selang hisap harus tahan terhadap rentang suhu dan tingkat vakum sistem hidrolik. Sebelum pemasangan, verifikasi kemampuan suhu dan tekanan terukur selang untuk memastikan kinerja yang andal dalam kondisi kerja.
Apa itu Selang Pengembalian Hidrolik?
Saluran balik mengalirkan fluida hidrolik dari komponen sistem kembali ke reservoir. Tidak seperti saluran bertekanan, selang balik biasanya beroperasi pada tekanan rendah tetapi harus mampu menangani laju aliran tinggi.
Pertimbangan Utama untuk Selang Pengembalian
1. Kapasitas Aliran
Selang balik harus berukuran sesuai untuk menangani volume cairan yang tinggi tanpa menyebabkan tekanan balik yang berlebihan. Memilih selang dengan diameter dalam yang memadai memastikan aliran yang lancar dan mencegah inefisiensi sistem, terutama selama kondisi aliran puncak.
2. Peringkat Tekanan
Meskipun saluran balik beroperasi pada tekanan yang lebih rendah dibandingkan dengan selang suplai atau selang tekanan, tekanan tersebut tetap harus dinilai berdasarkan kondisi operasi sistem. Hal ini khususnya penting dalam sistem yang rentan terhadap lonjakan atau fluktuasi tekanan.
3. Filtrasi
Memasang filter saluran balik membantu menangkap kontaminan sebelum cairan kembali ke reservoir. Oli yang lebih bersih mengurangi keausan, meningkatkan keandalan sistem, dan memperpanjang masa pakai komponen hidrolik secara keseluruhan.
4. Daya Tahan Material
Selang balik sering kali terpapar kondisi lingkungan yang menantang. Memilih selang dengan penutup tahan abrasi dan material tahan cuaca memastikan daya tahan jangka panjang dan mengurangi kebutuhan perawatan.
Perbedaan Utama Antara Selang Hisap dan Selang Balik
Kondisi Tekanan
Saluran hisap: beroperasi dalam kondisi vakum/tekanan rendah, risiko keruntuhan
Saluran balik: tekanan rendah tetapi aliran konstan, membutuhkan ketahanan oli
Kompatibilitas Cairan
Keduanya harus tahan terhadap oli hidrolik dan aditif
Struktur Penguatan
Selang hisap: biasanya diperkuat dengan kawat heliks untuk mencegah keruntuhan
Selang pengembalian: diperkuat dengan jalinan tekstil atau lapisan kain, terkadang heliks baja ringan
Fitur | Selang Hisap | Kembalikan Selang |
Fungsi | Menghubungkan reservoir ke pompa; memasok oli ke saluran masuk pompa | Membawa minyak kembali ke reservoir setelah operasi sistem |
Tekanan Operasional | Beroperasi di bawah vakum/tekanan rendah | Beroperasi pada tekanan rendah tetapi harus menangani lonjakan |
Karakteristik Aliran | Harus mencegah keruntuhan di bawah hisapan | Harus menangani laju aliran tinggi tanpa tekanan balik |
Struktur Penguatan | Sering diperkuat dengan kawat heliks + lapisan tekstil | Biasanya berupa jalinan tekstil atau lapisan kain; terkadang berupa heliks kawat ringan |
Risiko Utama | Kavitasi, kekurangan pompa, selang kolaps, masuknya udara | Tekanan balik yang berlebihan, kebocoran, kerusakan abrasi |
Persyaratan Material | Bahan fleksibel, tahan minyak, tahan vakum | Penutup tahan minyak, tahan abrasi, tahan cuaca |
Pertimbangan Desain Umum | ID besar untuk meminimalkan penurunan tekanan; menahan vakum | Berukuran untuk kapasitas aliran puncak; penyaringan direkomendasikan |
Fungsi Selang Hisap dan Balik Hidrolik
1. Memastikan Sirkulasi Cairan
Dalam sistem hidrolik, oli dialirkan dari reservoir ke aktuator (seperti silinder hidrolik) untuk melakukan pekerjaan. Setelah menyelesaikan fungsinya, fluida harus kembali ke reservoir agar pompa dan komponen lainnya dapat terus beroperasi. Fungsi utama saluran balik—seperti yang digunakan pada ekskavator—adalah untuk menyalurkan fluida hidrolik kembali ke reservoir, memastikan sirkulasi yang berkelanjutan dan pengoperasian sistem yang baik.
2. Penyeimbangan Tekanan
Saluran balik juga berperan penting dalam stabilisasi tekanan dalam sistem hidrolik. Saat aktuator beroperasi, fluida hidrolik mengalami berbagai tingkat tekanan. Untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem, tekanan-tekanan ini harus diseimbangkan. Saluran balik membantu menghilangkan tekanan berlebih dan menyeimbangkan kondisi di seluruh sirkuit, sehingga berkontribusi pada kinerja sistem yang andal dan lancar.
3. Pembuangan Panas
Fluida hidrolik secara alami menghasilkan panas selama operasi. Tanpa pendinginan yang tepat, suhu fluida dapat meningkat secara berlebihan, mengurangi efisiensi sistem dan memperpendek umur komponen. Dengan mengalirkan oli kembali ke reservoir, saluran balik memfasilitasi pendinginan, baik langsung di dalam tangki maupun melalui penukar panas eksternal, sehingga membantu mempertahankan suhu operasi yang optimal.
Garis kembali sangat penting untuk pengoperasian sistem hidrolik yang aman dan efisien. Selang ini memastikan sirkulasi fluida yang berkelanjutan, membantu menstabilkan tekanan, dan membantu mendinginkan oli hidrolik. Pemeriksaan dan perawatan selang balik secara berkala sangat penting untuk mencegah kegagalan, mengurangi waktu henti, dan memperpanjang masa pakai peralatan hidrolik seperti ekskavator.
Cara Menentukan Selang Hisap dan Pengembalian Hidrolik yang Tepat
Memilih selang hisap dan balik terbaik memerlukan keseimbangan antara persyaratan sistem, spesifikasi selang, dan kondisi pengoperasian. Berikut panduan langkah demi langkahnya:
1. Memahami Persyaratan Sistem
-
Identifikasi tekanan kerja dan suhu pengoperasian.
-
Ukur laju aliran maksimum pada saluran hisap dan saluran balik.
-
Mengevaluasi faktor lingkungan seperti paparan panas, dingin, abrasi, atau bahan kimia.
2. Pilih Ukuran Selang yang Tepat
-
Gunakan bagan ID selang untuk mencocokkan laju aliran dan persyaratan tekanan.
-
Untuk saluran hisap, prioritaskan meminimalkan penurunan tekanan untuk mencegah kavitasi.
-
Untuk saluran balik, pastikan selang dapat menangani aliran balik puncak tanpa menimbulkan tekanan balik.
3. Perhatikan Kompatibilitas
-
Verifikasi bahwa bahan selang kompatibel dengan cairan hidrolik yang digunakan.
-
Pilih selang yang dirancang untuk cairan tertentu, baik yang berbahan dasar minyak bumi, sintetis, atau minyak yang dapat terurai secara hayati.
4. Periksa Sertifikasi dan Kepatuhan Standar
-
Pilih selang yang memenuhi standar industri seperti SAE (Society of Automotive Engineers) atau ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) untuk keandalan dan keamanan.
5. Pertimbangkan Persyaratan Perakitan Selang
-
Gunakan perlengkapan dan konektor berkualitas tinggi untuk meminimalkan risiko kebocoran.
-
Amankan selang dengan benar menggunakan klem atau braket untuk mengurangi getaran, abrasi, dan keausan dini.
Melangkah | Poin-Poin Utama |
Memahami Persyaratan Sistem | - Identifikasi tekanan dan suhu kerja - Mengukur laju aliran maksimum pada jalur hisap dan jalur balik - Mengevaluasi faktor lingkungan (panas, dingin, bahan kimia) |
Pilih Ukuran Selang yang Tepat | - Gunakan bagan ID selang untuk mencocokkan laju aliran & tekanan - Untuk jalur hisap: minimalkan penurunan tekanan untuk mencegah kavitasi - Untuk jalur balik: pastikan kapasitas untuk aliran puncak tanpa tekanan balik |
Perhatikan Kompatibilitas | - Verifikasi kompatibilitas bahan selang dengan cairan hidrolik - Pilih selang untuk minyak berbasis minyak bumi, sintetis, atau biodegradable |
Periksa Sertifikasi dan Standar | - Pastikan selang mematuhi standar SAE atau ISO - Keandalan dan keamanan bergantung pada selang yang bersertifikat |
Pertimbangkan Persyaratan Perakitan Selang | - Gunakan fitting/konektor berkualitas tinggi untuk mengurangi kebocoran - Amankan selang dengan klem/braket untuk meminimalkan getaran dan keausan |
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Memilih Selang Hisap dan Selang Balik
1. Menggunakan Selang yang Ukurannya Terlalu Kecil
Memasang selang dengan diameter dalam lebih kecil dari yang direkomendasikan dapat menimbulkan masalah yang berbeda, tergantung pada apakah selang tersebut merupakan saluran balik atau saluran hisap:
-
Jalur Kembali
-
Aliran yang terbatas dapat menimbulkan tekanan balik pada selang balik.
-
Meningkatnya tekanan balik membatasi tekanan hulu, yang berpotensi menyebabkan panas berlebih, berkurangnya efisiensi, dan kerusakan komponen.
-
-
Saluran Hisap
-
Pembatasan aliran pada saluran masuk pompa dapat menimbulkan tekanan negatif atau kondisi vakum pada saluran hisap.
-
Hal ini dapat mengakibatkan kavitasi pompa, yang mengakibatkan kerusakan pompa, penurunan kinerja sistem, dan penurunan tekanan sistem keseluruhan.
-
2. Mengabaikan Peringkat Tekanan
Meskipun selang hisap dan selang balik biasanya beroperasi pada tekanan yang lebih rendah daripada selang suplai, melebihi tekanan terukurnya dapat menyebabkan kegagalan atau pecahnya selang.
3. Mengabaikan Filtrasi
Kegagalan memasang filter saluran balik memungkinkan kontaminan bersirkulasi, sehingga meningkatkan keausan pada komponen sistem dan mengurangi masa pakai sistem hidrolik.
Aplikasi Umum Selang Hisap dan Pengembalian Hidrolik
Selang hidrolik dirancang untuk mengangkut berbagai jenis fluida dan beroperasi dalam kondisi spesifik berbagai sistem. Pemilihan selang yang tepat berdasarkan jenis dan aplikasi fluida dapat berdampak signifikan pada kinerja sistem dan umur selang. Berikut adalah beberapa aplikasi umum selang hisap dan balik hidrolik yang dikategorikan berdasarkan jenis fluida dan sistem:
1. Cairan Hidrolik Berbasis Air
Oli hidrolik berbahan dasar air sering digunakan dalam aplikasi tahan api, seperti pertambangan atau lingkungan industri. Selang yang kompatibel dengan cairan ini harus tahan terhadap penyerapan air dan tetap fleksibel pada suhu rendah. Selang ini biasanya digunakan dalam sistem yang membutuhkan cairan hidrolik yang lebih aman dan tidak mudah terbakar.
2. Sistem Pemanas Fluida Termal
Dalam sistem pemanas fluida termal, selang terpapar suhu tinggi saat mengalirkan fluida panas untuk menjaga efisiensi sistem. Selang ini harus tahan terhadap panas ekstrem tanpa penurunan kinerja. Aplikasi yang umum meliputi proses pemanasan industri atau mesin khusus seperti peralatan pencetakan plastik.
3. Fluida Berbasis Minyak Bumi
Selang untuk fluida berbasis minyak bumi harus tahan terhadap sifat kimia minyak dan hidrokarbon lainnya. Selang ini sangat penting dalam aplikasi seperti ekstraksi, pengangkutan, dan penyimpanan minyak dan gas, di mana daya tahan dan kompatibilitas fluida sangat penting untuk operasi yang aman dan andal.
4. Aplikasi Tekanan Tinggi
Sistem hidrolik tertentu, seperti mesin pres industri atau peralatan pertambangan tugas berat, beroperasi di bawah tekanan yang sangat tinggi. Selang yang dirancang untuk aplikasi bertekanan tinggi diperkuat untuk mencegah kegagalan dan memastikan keselamatan di lingkungan yang menantang.
5. Saluran Pendingin Oli Transmisi
Selang yang digunakan dalam sirkuit pendingin oli transmisi dirancang untuk menangani aliran oli bersuhu tinggi dan memberikan pendinginan yang efektif guna mencegah sistem terlalu panas. Selang ini umumnya ditemukan pada mesin otomotif dan industri, di mana menjaga fungsi transmisi yang baik sangatlah penting.
Perawatan Selang Hisap dan Pengembalian Hidrolik
1. Inspeksi Rutin
-
Periksa selang untuk melihat tanda-tanda keausan, seperti retak, abrasi, atau kebocoran.
-
Periksa kekencangan sambungan dan perlengkapan untuk memastikan pemasangan yang aman.
2. Penggantian Tepat Waktu
-
Ganti selang segera jika terdeteksi kerusakan atau saat selang mencapai akhir masa pakainya.
-
Selalu gunakan selang dan fitting OEM (Original Equipment Manufacturer) atau aftermarket berkualitas tinggi untuk memastikan keandalan.
3. Menjaga Kebersihan Sistem
-
Siram sistem hidrolik secara teratur untuk mencegah penumpukan kontaminasi.
-
Pertahankan tingkat cairan yang tepat dan singkirkan kontaminan melalui penyaringan yang efektif.
4. Pemilihan dan Pemeliharaan Filter
-
Menggunakan filter saluran balik dengan nilai aliran yang salah dapat menimbulkan tekanan balik, sehingga mengurangi efisiensi dan berpotensi merusak komponen sistem.
-
Pemeliharaan filter secara teratur sangat penting untuk mencegah penyumbatan, yang dapat meningkatkan tekanan balik dan beban sistem.
Pilih Selang Hisap dan Pengembalian Sinopulse SAE 100R4
Kombinasi selang R4 ini memenuhi berbagai kebutuhan aplikasi hisapan dan pengembalian.
Konstruksi Saluran Hisap dan Pengembalian SAE 100R4
Ban Dalam: Karet Sintetis
Penguatan: Beberapa lapis jalinan serat dan satu kawat heliks (spiral tersebut mampu menahan kondisi vakum hingga 25 inci/Hg untuk mencegah keruntuhan).
Penutup: Karet sintetis, sesuai dengan MSHA
Fitur
Radius tekuk hingga setengah radius tekuk minimum SAE, cocok untuk aplikasi standar dan suhu tinggi, cairan dan pelumas hidrolik berbasis minyak bumi
Memenuhi atau melampaui persyaratan standar SAE 100R4
Dapat dipertukarkan dengan Aeroquip FC318, Gates G4, Parker 881, dan Weatherhead H039
Kompatibel dengan 188-24 - Batang katup Male NPTF - Saluran Hisap dan Balik Hidraulik, dirancang dan direkayasa khusus untuk aplikasi saluran hisap hidraulik menggunakan selang hidraulik SAE100R4. Pemasangan saluran dengan visibilitas tinggi
Cocok untuk aplikasi vakum dari 25 hingga 28 inci/Hg
Penutup karet sintetis tahan minyak dan cuaca
811 cairan hidrolik berbasis minyak bumi dengan kisaran suhu tinggi -40°F hingga +257°F
Spesifikasi
Kode | Ukuran | Diameter dalam | Diameter luar | Tekanan Pekerjaan | Tekanan Meledak | Radius Tikungan | Berat | Panjang | Kode Ferrule & Pemasangan | |||||
# | Berlari | mm | Inci | mm | mm | batang | psi | batang | psi | mm | kg/m | M | Kode | Kode |
SNP-R412 | R4-12 | 19.1 | 3/4" | 19±0,4 | 34,4±0,4 | 21.0 | 305 | 63.0 | 914 | 120 | 0.990 | 60 | ××××1-××-12PO | / |
SNP-R416 | R4-16 | 25.4 | 1" | 25±0,4 | 40,4±0,4 | 17.0 | 247 | 51.0 | 740 | 145 | 1.210 | 60 | ××××1-××-16PO | / |
SNP-R420 | R4-20 | 31.8 | 1-1/4" | 32±0,4 | 49,0±0,4 | 14.0 | 203 | 42.0 | 609 | 195 | 1.680 | 60 | ××××1-××-20PO | / |
SNP-R424 | R4-24 | 38.1 | 1-1/2" | 38±0,4 | 55,0±0,4 | 10.5 | 152 | 31.5 | 457 | 228 | 1.930 | 60 | ××××1-××-24PO | / |
SNP-R432 | R4-32 | 50.8 | 2" | 51±0,4 | 68,0±0,4 | 7.0 | 102 | 21.0 | 305 | 300 | 2.470 | 60 | ××××1-××-32PO | / |
SNP-R440 | R4-40 | 64.0 | 2-1/2" | 64±0,4 | 81,6±0,4 | 4.0 | 58 | 12.0 | 174 | 355 | 3.170 | 60 | ××××1-××-40PO | / |
SNP-R448 | R4-48 | 76.0 | 3" | 76±0,4 | 94,4±0,4 | 4.0 | 58 | 12.0 | 174 | 455 | 4.030 | 60 | ××××1-××-48PO | / |
SNP-R464 | R4-64 | 102.0 | 4" | 102±0,4 | 120,2±0,4 | 4.0 | 58 | 12.0 | 174 | 610 | 5.440 | 60 | ××××1-××-64PO | / |
Kesimpulannya:
Memilih selang hisap dan balik hidrolik yang tepat sangat penting untuk kelancaran pengoperasian sistem hidrolik apa pun. Dengan memahami persyaratan sistem dan mempertimbangkan ukuran selang, kompatibilitas material, serta peringkat tekanan, Anda dapat memastikan kinerja optimal dan masa pakai yang panjang. Perawatan rutin dan pemasangan yang tepat akan semakin mengurangi risiko kegagalan sistem dan memperpanjang umur selang serta komponen hidrolik.
Butuh bantuan?
Hubungi perwakilan penjualan Sinopulse Anda atau kirimkan email kepada kami untuk berbicara dengan anggota tim layanan pelanggan ahli selang kami.